Sejarah Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas: Dari Perhutani hingga TNGGP
Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas merupakan salah satu destinasi wisata alam dan area camping paling populer di Jawa Barat. Berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, kawasan ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk, hutan yang asri, serta panorama alam yang memikat. Namun, di balik keindahannya, Mandalawangi memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan pengelolaan kawasan hutan dan konservasi di Indonesia.
Awal Sejarah: Masa Pengelolaan Perhutani
Sebelum menjadi bagian dari kawasan konservasi nasional, Mandalawangi Cibodas merupakan area hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Cianjur.
Pada masa tersebut, kawasan ini berfungsi sebagai hutan produksi tetap sekaligus wana wisata, yang dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi alam dan bumi perkemahan. Luas area hutan mencapai sekitar 39,5 hektare, dengan area wisata yang digunakan untuk camping dan aktivitas luar ruang sekitar 10 hektare.
Karena lokasinya yang strategis di kawasan Cibodas dan mudah dijangkau dari Jakarta maupun Bandung, Mandalawangi sejak dahulu telah menjadi tujuan favorit untuk kegiatan:
- perkemahan keluarga
- kegiatan pramuka
- outing sekolah
- outbound komunitas
- gathering perusahaan
Kondisi alamnya yang terdiri dari hamparan rumput, hutan pinus, sungai, serta danau alami menjadikan kawasan ini sangat ideal sebagai bumi perkemahan.
Perubahan Menjadi Bagian TNGGP
Perubahan penting terjadi pada tahun 2003, ketika pemerintah melalui SK Menteri Kehutanan No. 174/Kpts-II/2003 menetapkan perluasan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Dalam kebijakan tersebut, sejumlah area yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan Perhutani, termasuk Mandalawangi, resmi dialihkan menjadi bagian dari kawasan taman nasional.
Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat fungsi konservasi kawasan pegunungan Gede Pangrango yang memiliki nilai ekologis tinggi, terutama dalam menjaga:
- kelestarian flora dan fauna
- sumber mata air
- ekosistem hutan pegunungan
- kawasan wisata alam berbasis konservasi
Proses Serah Terima Kawasan
Meskipun perubahan status kawasan ditetapkan pada 2003, proses pengelolaan tidak langsung berpindah pada saat itu.
Serah terima resmi dari Perum Perhutani kepada Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango baru dilaksanakan pada tahun 2009.
Setelah proses administrasi selesai, pengelolaan operasional kawasan mulai berjalan penuh sekitar 2010–2011, termasuk pengembangan fasilitas wisata, area camping, dan kegiatan outbound.
Masa ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan Mandalawangi sebagai destinasi wisata alam yang lebih modern namun tetap mempertahankan nuansa alami.
Mandalawangi Saat Ini
Saat ini, Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas telah berkembang menjadi salah satu ikon wisata alam di kawasan Cibodas.
Dengan latar pegunungan, udara yang dingin, dan fasilitas yang terus berkembang, tempat ini menjadi destinasi favorit untuk wisatawan yang ingin menikmati pengalaman camping dan rekreasi alam.
Keberadaan danau, sungai, area hutan, serta kedekatannya dengan Kebun Raya Cibodas menjadikan Mandalawangi memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari berbagai daerah.

